Showing posts with label Sakit Kepala. Show all posts
Showing posts with label Sakit Kepala. Show all posts

Herbal berkhasiat : LIDAH BUAYA

Herbal berkhasiat :

LIDAH BUAYA
(Aloe Vera Linn.)

Nama Lokal :
Lidah buaya (Indonesia).
Uraian :
Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daun agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri , kecil, permukaan berbintik-bintik, bunga bertangkai, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga). Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. Batang tanaman lidah buaya berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-­daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Lidah buaya yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang lidah buaya juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. Daun tanaman lidah buaya berbentuk pita dengan helaian yang memanjang.

Herbal untuk mengobati Darah Rendah atau Hipotensi

Tanaman Obat dan Penggunaannya



DARAH RENDAH (HIPOTENSI)
     Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension)  adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun di bawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90 / 60 mmHg. Darah rendah sama bahayanya dengan darah tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah cukup istirahat dan pikiran tenang banyak makan sayur sayuran dan buah-buahan, makanan yang dimakan harus dikunyah lembut, seringlah mandi dengan air hangat supaya bisa lekas tidur.
     Darah rendah disebabkan oleh kurangnya pemompaan darah dari jantung, volume (jumlah) darah berkurang yang disebabkan oleh pendarahan yang hebat (luka sobek, haid berlebihan / abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat pelebaran pembuluh darah akibat dampak panas dan diare.
     Gejala darah rendah adalah pusing, sering menguap, penglihatan terkadang kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

Resep pengobatan :
Resep 1
Bahan-bahan:
  1. Daun bayam berduri 20 gr
  2. Air matang secukupnya

Cara mengolah:

  1. Daun bayam dicuci dan ditumbuk sampai halus
  2. diperas dengan air matang
Atuan pakai :
  1. Minum 3 kali sehari

Resep 2
Bahan-bahan:
  1. 20 gr daun bayam berduri, madu asli secukupnya
  2. 1 butir telur ayam kampong.
Cara mengola:
  1. Daun bayam ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya.
  2. Telur diambil kuningnya.
  3. Air perasa bayam dicampurkan telur, tambahkan madu.
  4. Seduh sampai benar-benar campur.
Aturan Pakai:
  1. Minum sekaligus, 2 kali sehari

Resep 3
Bahan-bahan :
  1. 1 batang tunas pisang kapok
  2. Air garam secukupnya
  3. Air matang secukuonya
Cara mengelolah:
  1. Tunas pisang diparutdan diperas, ambil airnya.
  2. Campuran dengan air matang dan air garam

Resep 4
Bahan:
  1. Bayam dicuci bersih lalu direbus, jangan terlalu masak
  2. 10 gr. Gula aren                                      
  3. 10 gr lada
  4. 5 gr asam kawak                                         
  5. 15 gr cabai rawit
  6. 5 gr bawang merah                                     
  7. 7 gr garam
Cara mengolah:
  1. Semua bahan (kecuali bayam) dengan halus seperti sambal.
Aturan pakai:
  1. Bayam dan adonan bahan dimakan bersama. Boleh dijadikan lauk bersama nasi.

Resep 5
Bahan:
  1. 15 gr kopi bubuk                                       
  2. 25 gr gula aren
  3. 20 gr coklat bubuk                                   
  4. 250 gml susu murni
Cara mengolah:
  1. Seduh semua bahan dengan air panas
Aturan pakai:
  1. Minum sebelum makan pagi dan sore hari.

Tanaman Obat : TEH

Tanaman Obat

TEH
(Camellia sinensis [L.] Kuntze)

Nama Lokal :
Enteh (Sunda).
Uraian :
Tanaman teh umumnya ditanam di perkebunan dan dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200 - 2.300 meter dpl. Teh berasal dari kawasan India bagian Utara dan Cina Selatan. Pohon teh kecil karena seringnya pemangkasan maka tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5-10 meter, dengan bentuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6-18 cm, lebar 2-6 cm, warnanya, hijau, permukaan mengilap. Bunga di ketiak daun, tunggal atau beberapa bunga bergabung menjadi satu, berkelamin dua, garis tengah 3-4 cm, warnanya putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum. Buahnya kotak, berdinding tebal, saat masih muda hijau setelah tua coklat kehitaman. Biji keras, 1-3. Pucuk dan daun muda yang digunakan untuk pembuatan minuman teh. Perbanyakan dengan biji, stek, sambungan dan cangkokan.
Khasiat bagi kesehatan untuk mengobati :
Sakit kepala, diare, penyubur dan menghitamkan rambut, kolesterol dan trigliserida darah tinggi, kencing manis, mengurangi terbentuknya karang gigi, infeksi saluran cerna.
Komposisi :
Kandungan kimia : daun mengandung kafein (2 - 3%), theobromin, theofilin, tanin, xan-thine, adenine minyak astiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Setiap 100 gram daun teh mempunyai kalori 17 kJ dan mengandung 75 - 80% air, polifenol 25%, protein 20%, karbohidrall 4%, kafein 2,5 - 4,5%, serat 27%, dan pektin 6%. Biji mengandung saponin dan mengandung minyak.