Showing posts with label kulit buah. Show all posts
Showing posts with label kulit buah. Show all posts

Herbal : DELIMA (Punica granatum L.)

Herbal Berkhasiat :

DELIMA
(Punica granatum L.)



Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), dalimo (Batak). Jawa: gangsalan (Jawa), dalima (Sunda), dhalima (Madura). Nusa Tenggara: jeliman (Sasak), talima (Bima), dila dae lok (Roti), lelo kase, rumau (Timor). Maluku: dilimene (Kisar). Nama simplisia granati Cortex (wit kayu delima), granati pericarpium (wit buah delima).
Uraian :
     Tanaman delima berasal dan Timur Tengah dan tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 meter dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendaun air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias,

Tanaman Obat : SEMANGKA

Tanaman Obat

SEMANGKA
(Citrullus vulgaris Schrad.)

Nama Lokal :
Nama daerah Jawa: samangka, semongka, watesan, ghulengghuleng. Sumatera: mandike, karamboja, kalambosa, kamandriki. Maluku: mendikai, semangka, pateka, samangka. Lampung: lamuja, karamujo, ramujo, samaka. Halmahera: samaka, hamaka. Nama simplisia Citrulli Fructus (buah semangka), Citrulli Pericarpium (kulit buah semangka).
Uraian :
Semangka berasal dari daerah tropik dan subtropik Afrika. Tanaman ini dapat tumbuh liar di tepi jalan, padang belukar, pantai laut, atau ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman buah. Semangka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 meter dpl. Terna semusim ini tumbuh menjalar di atas tanah atau memanjat dengan sulur-sulur atau alat pembelit. Batang lunak, bersegi dan berambut, panjangnya 1,5-5 m. Sulur tumbuh dari ketiak daun, bercabang 2-3. Daun letak berseling, bertangkai, helaian daun lebar dan berbulu, berbagi menjari, dengan ujung runcing, panjang 3-25 cm, lebar 1,5-15 cm, tepi bergelombang, kadang bergigi tidak teratur, permukaan bawah berambut rapat pada tulangnya. Bunga uniseksual, keluar dari ketiak daun, tunggal, biasanya bunga jantan lebih banyak, berbentuk lonceng lebar, warnanya kuning, mekar pada pagi hari. Buah berbentuk bola sampai bulat memanjang, besar bervariasi dengan panjang 20-30 cm, diameter 15-20 cm, dengan berat mulai dari 4 kg sampai 20 kg. Kulit buahnya tebal dan berdaging, licin, warnanya bermacam-macam seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih. Daging buah warnanya merah, merah muda, jingga, kuning, bahkan ada yang putih. Biji bentuk memanjang, pipih, warnanya hitam, putih, kuning, atau coklat kemerahan. Semangka selain dimakan sebagai buah segar juga dapat diminum sebagai jus. Perbanyakan dengan biji.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit buah semangka digunakan untuk pengobatan: bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal, kencing manis, gatal karena tanaman beracun, sakit sewaktu bangun tidur pagi akibat alkohol, migren, mencegah kerontokan rambut, menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah, kulit kasar, luka bakar, dan terbakar matahari.
Daging buah digunakan untuk pengobatan: pingsan karena udara panas, rasa letih, demam, haus disertai mulut kering, napas berbau, air kemih warnanya gelap dan kuning tua, nyeri sewaktu kencing, perut kembung karena banyak gas, susah buang air besar, sakit tenggorokan, sariawan, hepatitis, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi (impoten), meningkatkan kesuburan pria, keracunan alkohol, asam urat tinggi, dan menghilangkan kerutan di wajah.
Biji digunakan untuk: susah buang air besarselama hamil atau usia tua; radang hati, radang selaput lendir usus, infeksi kandung kemih, kurang darah, membasmi cacing usus, dan busung lapar.
Komposisi :
Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%, protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1 %, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin (A, B dan C). Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin (C6H13N3O3), asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen, karoten, bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyak berwarna kuning 20-15%, protein 30-40%, sitrullin, vitamin B 12, dan enzim urease.

Tanaman Obat : RAMBUTAN ?

Tanaman Obat

RAMBUTAN
(Nephelium lappaceum L.)

Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: rambutan, rambot, rambut, rambuteun, rambuta, jailan, folui, bairabit, puru biancak, hahujam, kakapas, likis, takujung alu. Jawa : rambutan, corogol, tundun, bunglon, buwa buluwan. Nusa Tenggara : buluan, rambuta. Kalimantan : rambutan, siban, banamon, beriti, sanggalaong, sagalong, beliti, malit, kayokan, bengayau, puson. Sulawesi : rambutan, rambuta, rambusa, barangkasa, bolangat, balatu, balatung, walatu, wayatu,  wilatu, wulangas, lelamu, lelamun, toleang. Maluku : rambutan, rambuta. Nama simplisia Nephelli lappacei Semen (biji rambutan). Nephelli lappacei Pericarpium (kulit buah rambutan).
Uraian :
Rambutan ditanam sebagai pohon buah dan kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembab dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300-600 meter dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 meter ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing,tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulitbuahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih : transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit buah    :  untuk mengatasi disentri, demam.
Kulit kayu    :  untuk mengatasi sariawan.
Daun             :  untuk mengatasi diare, menghitamkan rambut.
Akar             : untuk mengatasi demam.
Biji                :  untuk mengatasi kencing manis.
Komposisi :
Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

Tanaman Obat : MAHKOTA DEWA

Tanaman Obat

MAHKOTA DEWA
(Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.)

Nama Lokal :
Makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). Nama simplisia : Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa).
Uraian :
Mahkota dewa bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah Papua, Irian Jaya. Di sana memang bisa ditemukan tanaman ini. Mahkota dewa tumbuh subur di tanah yang gembur, dan subur pada ketinggian 10-1.200 meter dpl. Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 meter. Batangnya bulat permukaannya kasar, warnanya coklat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras, berwarna coklat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit buah dan daging buah digunakan untuk: disentri, psoriasis, dan jerawat.
Daun dan biji digunakan untuk pengobatan: penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal.
Catatan:
Penggunaan tanaman obat harus berdasarkan asas manfaat dan keamanan. Bagian buah, terutama bijinya beracun. Jika buah segar dimakan langsung, bisa menyebabkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, kejang, sampai pingsan. Menggunakan dengan dosis berlebihan dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala kronis.
Komposisi :
Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid.