Showing posts with label buah. Show all posts
Showing posts with label buah. Show all posts

KETEPENG CINA & Khasiatnya untuk kesehatan

Herbal
KETEPENG CINA
(Cassia alata, Linn.)

Nama Lokal :
Ketepeng kebo (Jawa); ketepeng Cina (Indonesia); ketepeng : badak (Sunda); acon-aconan (Madura), sajamera (Halmahera); kupang-kupang (Ternate), tabankun (Tidore); daun kupang, daun kurap, gelenggang.
Uraian :
Ketepeng Cina merupakan jenis perdu yang besar dan banyak tumbuh secara.liar di tempat-tempat yang lembab. Kini tumbuhan ini sering dipelihara sebagai perindang halaman rumah/gedung. Ketepeng Cina atau sering disebut sebagai ketepeng kerbau, mempunyai ukuran daun besar-besar dengan bentuk bulat telur,

Khasiat LADA untuk kesehatan

Nama simplisia :
Piperis nigri fructus; buah lada hitam. piperis albae fructus; buah lada putih.            -
Uraian :
LADA
(Piper nigrum L.)
Lada merupakan tanaman herba tahunan dan tumbuh memanjat. Bentuk batangnya bulat, beruas, bercabang, mempunyai akar pelekat, warna hijau kotor. Daun tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjang 3,5-22 cm, warna hijau. Buah  buni, bulat, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :

Khasiat LANDEP/bunga landak (Sumatera)

Tanaman Obat


LANDEP
(Barleria prionitis L.)

Nama Lokal :                                                   
Jarong, kembang landep (Sunda); landep (Jawa); bunga landak (Sumatera); landhep (Madura).
Uraian :
Tumbuhan ini berasal dari Asia tropik dan Afrika Selatan. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh liar atau ditanam untuk pagar dari dataran rendah sampai 400 meter dpl. Perdu, tinggi 1,5-2 meter. Batang berkayu, segi empat, berbuku- buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak-ketiak daun. Daun. tunggal, daun-muda berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun 4-8 mm. Helai daun jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang, ujung meruncing, pangkal meruncing menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak, panjang 2-18 cm, lebar 2-6,5 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunga tunggal, simetris dua sisi, di ketiak daun, mahkota bertaju lima, bentuk elips memanjang, warnanya kuning. Buah kotak, bulat telur, pipih, ujung agak lancip, keras, terbagi dua, warnanya hijau. Biji bulat telur, pipih, mengilap seperti beludru, warna cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :

Herbal berkhasiat : ENAU

Herbbal berkhasiat :

ENAU
(Arenga pinnata, Merr.)


Nama Lokal :
Enau (Indonesia); kawung (Sunda); aren (Madura); bak juk (Aceh).
Uraian :
Enau termasuk jenis palma, berakar kuat dan menjalar ke mana­-mana. Enau mempunyai banyak manfaat antara lain: dari kelopak bunga jantan dapat menghasilkan nira sebagai bahan untuk gula aren, buahnya dapat dibuat kolang kaling untuk campuran makanan/minuman, ijuk untuk resapan air, keset dan sapu. Enau yang sudah berusia 15-20 tahun dapat menghasilkan nira sebanyak 8 liter tiap hari dan bila dimasak dapat menghasilkan 25-35 kg kolang-kaling. Namun pada umumnya pohon enau tidak disukai para petani karena akarnya menjalar keman-mana dan dapat merusak tanaman di sekitar. Enau biasanya tumbuh dan berkembang biak dengan baik di hutan-hutan.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Demam, sakit perut, sulit buang air besar.

Herbal : CIPLUKAN (Physalis peruviana, Linn.)

Herbal berkhasiat :
CIPLUKAN 
(Physalis peruviana, Linn.) 


Nama Lokal : 
Ciplukan (Indonesia), ceplukan (Jawa), cecendet (Sunda), yor¬yoran (Madura), lapinonat (Seram), angket, kepok-kepokan, keceplokan (Bali), dedes (Sasak), leletokan (Minahasa). 
Uraian : 
Ciplukan merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 meter dpl dan tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah). 
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit : 

Tanaman Obat : GENDOLA

Tanaman Obat

GENDOLA
(Basella rubs Linn.)


Nama Lokal:
Gandola (Sunda), gendola (Bali), lembayung (Minangkabau); genjerot, gedrek, uci-uci (Jawa), kandula (Madura); tatabuwe (Sulut), poiloo (Gorontalo).
Uraian
Gendola dapat tumbuh secara liar, kadang ditanam untuk dirambatkan pada pagar atau sebagai tanaman hias. Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-500 meter dpl. Gendola merupakan terna, melilit kekiri, tumbuh merayap atau memanjat, panjang sampai 6 meter. Batangnya yang panjang ini tidak berkayu dan sangat lemah, bentuknya bulat, lunak, bercabang, merayap dan melilit pada tonggak. Batang yang merayap di atas tanah, akan mengeluarkan akar. Daun tunggal, bertangkai, letak berseling. Bentuk daun bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata kadang berombak, panjang 2-17 cm, lebar 1-13 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunganya majemuk yang keluar dari ketiak daun, duduk sepanjang poros bulir, panjang 3-21 cm, mahkota putih dengan ujung ungu. Buahnya buah buni, bulat, diameter 4-7 mm, masih muda hijau, setelah masak warnanya menjadi ungu. Bijinya sate, bulat, keras, warnanya merah keputihan. Adadua warns gendola, putih dan merah. Perbedaanya pada warns batang dan tulang daun. Gendola merah memiliki batang dan tulang daun yang berwarna merah. Daunnya dapat disayur, sedang buahnya bila diperas mengeluarkan warna merah yang dapat digunakan untuk mewarnai bahan makanan. Perbanyakan dengan stek batang atau biji.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Radang usus buntu, disentri, berak darah, radang kandung kencing, kencing sedikit dan sakit (anyang-anyangan), influenza, sembelit, borok, bisul dan abses.
Bunga   : campak, cacar air, puting susu pecah-pecah.
Akar      :  pegal linu, rematik.
Buah     :  radang selaput mata.
Komposisi :
Kandungan kimia : Daun: glucan c, carotene, organic acid, dan mucopolysacharida seperti L-arabinose, D-galactose,.L­-hamnose dan aldonic acid, sekaligus mengandung saponin, vitamin A, B dan C.

Herbal berkhasiat : BLUSTRU

Tanaman Obat
BLUSTRU(Luffa cylindrica [L.] Roem.) 
Nama Lokal : 
Sumatera: blustru (Melayu), hurung jawa, ketola, timput (Palembang). Jawa: lopang, oyong (Sunda), bestru, blestru, blustru (Jawa). Maluku: dodahala (Halmahera), petola panjang, p.cina. Nama simplisia Retinervus Luffae Fructus (sabot buah blustru), Luffae Folium, (daun blustru). 
Uraian : 
Umumnya; blustru ditanam di ladang, dirambatkan pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai. Merupakan terna semusim, panjang batangnya dapat mencapai 2-10 meter, memanjat dengan sulur-sulur yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, panjang tangkai daun 4-9 cm, letak berseling. Helaian daun

Tanaman Obat : VALERIANA

Tanaman Obat

VALERIANA
(Valeriana officinalis L.)


Nama daerah:
Valeran; waleri, whalere. Nama simplisia: Valerianae Radix.
Uraian :
Merupakan semak tahunan, tinggi lebih kurang 60 cm. Batang tegak, lunak, permukaan licin, warna hijau pucat. Daun majemuk, bentuk helaian daun lonjong, ujung dan pangkal meruncing, permukaan berkerut, warna hijau. Perbungaan bentuk tandan di ujung.batang, kelopak hijau muda, mahkota halus warna putih. Buah buni, bentuk lonjong, warna cokelat. Biji bulat kehitaman. Tumbuh pada tanah gembur dengan air cukup pada dataran rendah hingga 120 meter dpl.
Khasiat untuk kesehatan :
Sebagai bahan sedative, hiptonik, spasmolitik, karminatif, hipotensif. Tanaman untuk obat tidur.
Komposisi :
Minyak atsiri, alkaloid valeriana, valerianina, valepotriat, valtratum, didrovatratum, ionona.

Tanaman Obat : TOMAT

Tanaman Obat

TOMAT
(Gycopersicum esculentum Mill.)

Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: terong kaluwat, reteng, cung asam. Jawa: kemir, leunca komir (Sunda), ranti bali, r. gendel, r. kenong, rante, r. raja, terong sabrang, tomat (Jawa). Sulawesi: kamantes, samate, samatet, samante, temantes, komantes, antes, tamato, tamati, tomate. Nama simplisia Lycopersici esculenti Fructus (buah tomat).
Uraian :
Tomat ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1-1600 meter dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5-2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-­bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bundar telur sampai memanjang, ujung runcing, pangkal membulat, helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10-40 cm, warnanya hijau muda. Bunganya majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis licin mengilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecoklatan. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau daun muda bisa disayur. Buah tomat yang umum ada di pasaran bentuknya bulat. Yang berukuran besar, berdaging tebal, berbiji sedikit, dan berwarna merah disebut sebagai tomat buah. Tomat jenis ini biasa disantap segar sebagai buah. Yang berukuran lebih kecil dikenal sebagai tomat sayur karena digunakan di dalam masakan, sedangkan yang kecil sebesar kelereng disebut tomat ceri dan digunakan untuk campuran membuat sambal atau dalam hidangan selada.
Khasiat untuk kesehatan :
Buah digunakan untuk mengatasi: gangguan pencernaan seperti perut kembung, tidak nafsu makan, susah buang air besar, sakit kuning, radang hati, radang saluran napas, sesak napas, radang usus buntu, radang gusi, gusi berdarah, sariawan, ulkus lambung, wasir, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, lemas akibat kadar glukosa darah rendah, demam, rasa haus, rematik gout, dan memar akibat terbentur.
Komposisi :
Buah mengandung alkaloid solanin, saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa, fruktosa), adenin, trigonelin, kholin, tomatin, mineral (Ca, Mg, P, K, Na, Fe, sulfur, klorin), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin); dan histamin.

Tanaman Obat : SRIKAYA

Tanaman Obat

SRIKAYA
(Annona squamosa L.)

Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera:delima bmtang, serba bintang, sarikaya, seraikaya. Jawa: sarikaya, srikaya, serkaya, surikaya, srikawis, sarkaja, serakaja, sirikaja. Kalimantan: sarikaya. Nusa Tenggara: sirkaya, srikaya, garoso, ata. Sulawesi: atis soe walanda, sirikaya, sirikaja, perse, atis, delima srikaya, srikaya. Maluku: atisi, hirikaya, atis. Nama simplisia Squamosae Semen (biji srikaya), Squamosae Folium (daun srikaya).
Uraian :
Perdu sampai pohon, berumah satu, berkelamin banci, tinggi 2-­7 m. Batang gilik, percabangan simpodial, ujung rebah, kulit batang coklat muda. Daun tunggal, berseling, helaian bentuk elips memanjang sampai bentuk lanset, ujung tumpul, sampai meruncing pendek, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, tepi rata, gundul, hijau mengkilat. Bunga tunggal, dalam berkas, 1-2 berhadapan atau di samping daun. Daun kelopak segitiga, waktu kuncup bersambung seperti katup, kecil. Mahkota daun mahkota segitiga, yang terluar berdaging tebal, panjang 2-2,5 cm, putih kekuningan, dengan pangkal yang berongga berubah ungu, daun mahkota yang terdalam sangat kecil atau mereduksi. Dasar bunga bentuk tugu (tinggi). Benang sari berjumlah banyak, putih, kepala sari bentuk topi, penghubung ruang sari melebar, dan menutup ruang sari. Putik banyak, setiap putik tersusun dari 1 daun buah, ungu tua, kepala putik duduk, rekat menjadi satu, mudah rontok. Buah majemuk agregat, berbentuk bulat membengkok di ujung, garis tengah 5-10 cm, permukaan berduri, berlilin, bagian buah dengan ujung yang melengkung, pada waktu masak sedikit atau banyak melepaskan diri satu dengan yang lain, daging buah putih keabu-abuan. Biji dalam satu buah agregat banyak hitam mengkilat. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter dpl, terutama pada tanah berpasir sampai tanah lempung berpasir dan dengan sistem drainase yang baik pada pH 5,5-­7,4. Tumbuhan ini menyukai iklim panas, tidak terlalu dingin atau banyak hujan. Tumbuh baik pada berbagai kondisi tanah yang tergenang dan beradaptasi baik terhadap iklim lembab dan panas. Tumbuhan ini tahan kekeringan dan akan tumbuh subur bila mendapatkan pengairan yang cukup. Perbanyakan dapat dengan biji dan pencangkokan. Ditanam dengan jarak tanam 4 x 3 meter. Kelebatan pertumbuhan dan hasil buah dapat dijaga dengan pengaturan pengairan, pemupukan dan pemangkasan yang baik. Tanaman mulai berbuah pada umur 1-2 tahun dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak dilakukan pemangkasan. Buah lebat dicapai setelah tanaman berumur 3-4 tahun. Pemanenan dilakukan pada saat buah berwarna kekuningan atau sekitar 110-120 hari setelah berbunga.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Daun               : digunakan untuk mengatasi batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis.
Biji                  : digunakan untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga.
Buah Muda     : digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan.
Akar                : digunakan untuk mengatasi sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
Kulit Kayu      : digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.
Komposisi :
Tumbuhan ini pada umumnya mengandung alkaloid tipe asporfin (anonain) dan bisbenziltetrahidroiso-kinolin (retikulin). Pada organ-organ tumbuhan ditemukan senyawa sianogen. Pulpa buah yang telah masak ditemukan sitrulin, asam aminobutirat, ornitin, arginin. Biji mengandung senyawa poliketida dan suatu senyawa turunan bistetrahidrofuran; asetogenin (skuamostatin C, D, anonain, anonasin A, anonin I, IV, VI, VIII, IX, XVI, skuarnostatin A, bulatasin, bulatasinon, skuamon, neo desasetilurarisin, neo retikulasin A, skuamosten A, asmisin, skuamosin, sanonasin, anonastatin, neoanonin). Komposisi asam lemak penyusun minyak lemak biji srikaya terdiri dari metil palmitat, metil stearat, metil linoleat. Daun mengandung alkaloid tetrahidro isokiriolin, p-hidroksibenzil-6, 7-dihidroksi-1, 2, 3, 4-­tetrahidro isokinolin (demetilkoklaurin = higenamin). Bunga mengandung asarn kaur-l6-ene-l9-oat diinformasikan sebagai komponen aktif  bunga srikaya.

Tanaman Obat : SIRSAK

Tanaman Obat

SIRSAK
(Annona muricata, Linn.)

Nama Lokal :
Sirsak (Indonesia); nangka sabrang, nangka landa (Jawa); nangka walanda, sirsak (Sunda); nangka buris (Madura); srikaya jawa (Bali); deureuyan belanda (Aceh); durio ulondro (Nias); durian batawi (Minangkabau); jambu landa (Lampung); langelo walanda (Gorontalo); sirikaya balanda (Bugis dan Ujung pandang); wakano (Nusa Laut); naka walanda (Ternate); naka (Flores).
Uraian :
Sirsak berupa tumbuhan atau pohon yang berbatang utama berukuran kecil dan rendah. Daunnya berbentuk bulat telur agak tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedang pada bagian bawahnya mempunyai warna lebih muda. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat. Tetapi untuk memperoleh hasil buah yang banyak dan besar-besar, maka yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter dpl. Buah Sirsak yang sudah masak lebih berasa asam daripada manis. Pengembangbiakan sirsak yang paling baik adalah melalui okulasi dan akan menghasilkan buah pada usia 4 tahunan setelah ditanam.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Ambeien, sakit kandung air seni, bayi mencret, anyang-anyangan (sering kencing tetapi sedikit), sakit pinggang, bisul.
Komposisi :
Sirsak pada setiap 100 gramnya mengandung nilai kalori sebanyak 65 kalori, protein 1 gr, lemak 0,3 gr, hidrat arang 16,3 gr, kalsium 14 mg, fosfor 27 mg, besi 0,6 mg, vitamin A 10 SI, vitamin B 0,07 mg, vitamin C 20 mg dan zat air 81,7 persen. Di samping itu, pada bagian daun dan batangnya mengandung unsur senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat clan alakaloid murisine.

Tanaman Obat : SEMANGKA

Tanaman Obat

SEMANGKA
(Citrullus vulgaris Schrad.)

Nama Lokal :
Nama daerah Jawa: samangka, semongka, watesan, ghulengghuleng. Sumatera: mandike, karamboja, kalambosa, kamandriki. Maluku: mendikai, semangka, pateka, samangka. Lampung: lamuja, karamujo, ramujo, samaka. Halmahera: samaka, hamaka. Nama simplisia Citrulli Fructus (buah semangka), Citrulli Pericarpium (kulit buah semangka).
Uraian :
Semangka berasal dari daerah tropik dan subtropik Afrika. Tanaman ini dapat tumbuh liar di tepi jalan, padang belukar, pantai laut, atau ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman buah. Semangka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 meter dpl. Terna semusim ini tumbuh menjalar di atas tanah atau memanjat dengan sulur-sulur atau alat pembelit. Batang lunak, bersegi dan berambut, panjangnya 1,5-5 m. Sulur tumbuh dari ketiak daun, bercabang 2-3. Daun letak berseling, bertangkai, helaian daun lebar dan berbulu, berbagi menjari, dengan ujung runcing, panjang 3-25 cm, lebar 1,5-15 cm, tepi bergelombang, kadang bergigi tidak teratur, permukaan bawah berambut rapat pada tulangnya. Bunga uniseksual, keluar dari ketiak daun, tunggal, biasanya bunga jantan lebih banyak, berbentuk lonceng lebar, warnanya kuning, mekar pada pagi hari. Buah berbentuk bola sampai bulat memanjang, besar bervariasi dengan panjang 20-30 cm, diameter 15-20 cm, dengan berat mulai dari 4 kg sampai 20 kg. Kulit buahnya tebal dan berdaging, licin, warnanya bermacam-macam seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih. Daging buah warnanya merah, merah muda, jingga, kuning, bahkan ada yang putih. Biji bentuk memanjang, pipih, warnanya hitam, putih, kuning, atau coklat kemerahan. Semangka selain dimakan sebagai buah segar juga dapat diminum sebagai jus. Perbanyakan dengan biji.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit buah semangka digunakan untuk pengobatan: bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal, kencing manis, gatal karena tanaman beracun, sakit sewaktu bangun tidur pagi akibat alkohol, migren, mencegah kerontokan rambut, menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah, kulit kasar, luka bakar, dan terbakar matahari.
Daging buah digunakan untuk pengobatan: pingsan karena udara panas, rasa letih, demam, haus disertai mulut kering, napas berbau, air kemih warnanya gelap dan kuning tua, nyeri sewaktu kencing, perut kembung karena banyak gas, susah buang air besar, sakit tenggorokan, sariawan, hepatitis, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi (impoten), meningkatkan kesuburan pria, keracunan alkohol, asam urat tinggi, dan menghilangkan kerutan di wajah.
Biji digunakan untuk: susah buang air besarselama hamil atau usia tua; radang hati, radang selaput lendir usus, infeksi kandung kemih, kurang darah, membasmi cacing usus, dan busung lapar.
Komposisi :
Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%, protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1 %, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin (A, B dan C). Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin (C6H13N3O3), asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen, karoten, bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyak berwarna kuning 20-15%, protein 30-40%, sitrullin, vitamin B 12, dan enzim urease.

Tanaman Obat : PISANG

Tanaman Obat

PISANG
(Musa Maradisiaca, Linn)

Nama Lokal :
Pisang (Indonesia); klue (Thailand); pyaw, nget (Burma); gedang (Jawa); cau (Sunda); biu (Bali); puti (Lampung); wusak lambi, lutu (Gorontalo); kulo (Ambon), uki (Timor).
Uraian :
Tumbuhan ini berasal dari Asia dan tersebar di Spanyol, Itali, Indonesia, Amerika dan bagian dunia yang lain. Tumbuhan pisang menyukai daerah alam terbuka yang cukup sinar matahari, cocok tumbuh didataran rendah sampai pada ketinggian 1000 meter lebih dpl. Pada dasarnya tanaman pisang merupakan tumbuhan yang tidak memiliki batang sejati. Batang pohonnya terbentuk dari perkembangan dan pertumbuhan pelepah pelepah yang mengelilingi poros lunak panjang. Batang pisang yang sebenarnya terdapat pada bonggol yang tersembunyi di dalam tanah.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Pendarahan rahim, merapatkan vagina, sariawan usus, ambeien, cacar air, telinga dan tenggorokan bengkak, disentri, amandel, kanker perut, sakit kuning, pendarahan usus besar, diare.
Komposisi :
Vitamin. A, B1, C, lemak, mineral (kalium, klor, natrium, magnesium, posfor), karbohidrat, dextrose, air, sucrose, levulose, zat putih telut, zat tepung.

Tanaman Obat : PEPAYA

Tanaman Obat

PEPAYA
(Carica papaya, Linn.)

Nama Lokal :
Pepaya (Indonesia), gedang (Sunda); betik, kates, telo gantung (Jawa).
Uraian :
Pepaya merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan. Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun pepaya tersebut simetris. Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipotong melintang. Tanaman ini juga  dibudidayakan di kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Batu ginjal, hipertensi, malaria, sakit keputihan, kekurangan ASI, rematik, malnutrisi, gangguan saluran kencing, haid berlebihan, sakit perut saat haid, disentri, diare, jerawat, ubanan.
Komposisi :
Kandungan buah pepaya masak (100 gr), kalori 46 kal, vitamin A 365 si, vitamin B1 0,04 mg, vitamin C 78 mg, kalsium 23 mg, hidrat arang 12,2 gram, fosfor 12 mg, besi 1,7 mg, protein 0,5 mg, air 86,7 gram. Kandungan buah pepaya muda (100 gr), kalori 26 kalori, lemak 0,1 gram, protein 2,1 gram, hidrat arang 4,9 gram, kalsium 50 mg, fosfor 16 mg, besi 0,4 mg, vitamin A 50 si, vitamin B1 0,02 mg, vitamin C 19 mg, air 92,4 gram. Di samping itu buah pepaya juga mengandung zat caricaksantin dan violaksantin. Dam pepaya juga mengandung berbagai macam zat, antara lain: vitamin A 18250 si, vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, air 75,4 gram kandungan carposide pada daun pepaya berkhasiat sebagai obat cacing. Disamping pada daunnya, akar dan getah pepaya juga mengandung zat papayotin, karpain, kautsyuk, karposit dan vitamin.

Tanaman Obat : PARE

Tanaman Obat

PARE
(Momordica charantia L.)

Nama Lokal :
Paria, pare, pare pahit, pepareh (Jawa). Pepare, kambeh, paria (Sumatera). Paya, paria, truwuk, paita, paliak, pariak, pania, pepule (Nusa Tenggara). Poya, pudu, pentu, paria belenggede, palia (Sulawesi).
Uraian :
Pare banyak terdapat di daerah tropika dan dapat tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan. Pare dibudidayakan atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar, untuk diambil buahnya. Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung. Tanaman setahun, merambat atau memanjat dengan alat pembelit atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak. Batang berusuk lima, panjang 2-5 meter, yang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, letak berseling, bentuknya bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, warnanya hijau tua. Taju bergigi kasar sampai berlekuk menyirip. Bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, berwarna kuning. Buah bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8­30 cm, rasanya pahit. Warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan 3 katup. Biji banyak, coklat kekuningan, bentuknya pipih memanjang, keras. Ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare kodok dan pare hutan. Pare gajih berdaging tebal, warnanya hijau muda atau keputihan, bentuknya besar dan panjang dan rasanya tidak begitu pahit. Pare kodok buahnya bulat pendek, rasanya pahit. Pare hutan adalah pare yang tumbuh liar, buahnya kecil-kecil dan rasanya pahit. Untuk memperoleh buah yang panjang dan lurus, biasanya pada ujung buah yang masih kecil digantungkan batu. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun tundung. Daun ini dikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan.
Daun dan buahnya yang masih muda dimakan sebagai lalap mentah atau setelah dikukus terlebih dahulu, dimasak sebagai sayuran, tumis, sambal goreng, gado-gado, dan sebagainya. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan biji.
Khasiat untuk kesehatan :
Buah      : batuk, radang tenggorokan, haus karena panas dalam, mata sakit dan merah, demam, malaria, pingsan karena udara panas, menambah napsu makan, kencing manis, disentri, rematik gout, memperbanyak air susu (ASI), datang haid sakit, sariawan, infeksi cacing gelang.
Bunga    : pencernaan terganggu.
Daun      : cacingan, luka, abses, bisul, terlambat haid, sembelit, menambah napsu makan, sakit liver, demam, melancarkan ASI, sifilis, kencing nanah, menyuburkan rambut pada anak balita.
Akar      : disentri amuba, wasir.
Biji         : cacingan, impotensi, kanker.
Komposisi :
Kandungan kimia : Daun : momordisin, momordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat, saponin, vitamin A dan C serta minyak lemak terdiri dari asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan L.oleostearat. Buah : karantin, hydroxytryptamine, vitamin A, B dan C. Biji: momordisin.

Tanaman Obat : NANAS

Tanaman Obat

NANAS
(Ananas comosus (l.) Merr)

Nama Lokal :
Sumatera : ekahauku (Enggano); anes (Aceh); nas (Gayo); henas, kenas, honas, hanas (Batak); gona (Nias); asit, nasit (Mentawai); enas, kanas, nanas (Melayu); aneh, naneh (Minangkabau); kanas, kanyas, nas, nyanyas (Lampung). Jawa; danas, ganas (Sunda); nanas (Jawa); lanas, nanas (Madura). Kalimantan: kanas, samblaka, malaka, uro usa, kayu usan, kayu ujan, belasan. Nusa Tenggara: manas (Bali); nanas (Sasak); aruma, fanda, pandal, (Bima); panda (Sumba); nana (Sawu); peda, anana, pedang (Flores); parangena, nanasi (Taluud). Sulawesi: nanati (Gorontalo); lalato (Buol), nanasi (Toraja); pandang (Makasar, Bugis). Maluku; ai nasi, than baba-ba, kai nasi (Seram Timur); bangkalo, kampora, kanasoi (Seram Barat); anasu, banggala, bangkala, kai nasu, kambala, kampala (Seram Selatan); nanasu, anasul (Ulias). Nama simplisia : Ananas Fructus (buah nanas).
Uraian :
Nanas berasal dari Brasil. Di Indonesia, nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 1-1300 meter dpl. Nanas merupakan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Nanas juga merupakan herba tahunan atau dua tahunan dengan tinggi 50-150 cm, terdapat tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daun berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnya buah buni majemuk, bulat panjang berdaging, berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi kuning. Buah nanas rasanya enak, asam sampai manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Buahnya selain di makan secara langsung, bisa juga diawetkan dengan cara direbus dan diberi gula, dibuat selai, atau dibuat sirup. Buah nanas juga dapat digunakan untuk memberi cita rasa asam manis, sekaligus sebagai pengempuk daging. Daunnya yang berserat dapat dibuat benang ataupun tali. Tanaman buah nanas dapat. diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, atau tunas ketiak daunnya.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Rasa penuh di lambung, sembelit, radang tenggorokan, menurunkan berat badan, beri-beri, keseleo, bengkak terpukul, darah mudah menggumpal, penyempitan pembuluh darah, menghambat pertumbuhan tumor, meningkatkan penyerapan obat, terlambat haid, dan cacingan.
Catatan:
-      Ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda.
-      Buah nanas di dalam saluran cerna difermentasi menjadi alkohol yang dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout.
-      Penderita kencing manis dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.
Komposisi :
Buah mengandung vitamin (A dan C), kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa (gula tebu), dan enzim bromelain. Daun mengandung kalsium oksalat dan pectic substances.

Tanaman Obat : MURBEI

Tanaman Obat

MURBEI
(Morus alba L.)

Nama Lokal :
Besaran (Indonesia); murbai, besaran (Jawa); kerta, kitau (Sumatera).
Uraian :
Tanaman murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 meter dpl. dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang ditemukan tumbuh liar. Pohon dan tumbuh mencapai tinggi sekitar 9 meter, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5-20 cm, lebar 1,5-12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tahun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan stek dan okulasi.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Daun berkhasiat untuk: demam karena flu, malaria, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, rematik, darah tinggi, kencing manis, kaki gajah, sakit kulit bisul, radang mata merah, memper­banyak air susu ibu (AS]), muntah darah dan batuk darah akibat darah panas, kolesterol tinggi, dan gangguan pada saluran cerna.
Kulit akar berkhasiat untuk: sakit gigi, tidak datang haid, batuk berdahak, sesak napas, muka bengkak, kencing yang nyeri dan susah, dan cacingan.
Buah berkhasiat untuktekanan darah tinggi, jantung berdebar, kencing manis, rasa haus dan mulut kering, sulit tidur, batuk berdahak, pendengaran berkurang dan penglihatan kabur, telinga berdenging, tuli, tujuh keliling, hepatitis kronis, sembelit pada orang tua, kurang darah, neurastenia, sakit otot dan persendian, sakit tenggorokan, serta rambut beruban sebelum waktunya.
Ranting berkhasiat untuk: rematik, tangan dan kaki terasa baal dan sakit, sakit pinggang, keram pada tangan dan kaki, tekan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.
Komposisi :
Kandungan kimia : daunmurbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin,asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C dan karoten), klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol.Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. Buahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2, dan C). Kulit batang mengandung 1, triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside, 2, flavonoids: morusin, cyclomorusin,; kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin, 3, oumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin,cyclomutberro-chromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol.

Tanaman Obat : MINDI ( KECIL)

Tanaman Obat

MINDI ( KECIL)
(Melia azedarach L.)

Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: renceh, mindi kecil. Jawa : gringging, mindi, cakra-cikri. Nama simplisia Meliae Cortex (kulit kayu mindi kecil), Meliae Fructus (buah mindi kecil).
Uraian :
Mindi kecil kerap kali ditanam di sisi jalan sebagai pohon pelindung, kadang tumbuh liar di daerah-daerah dekat pantai. Pohon yang tumbuhnya cepat dan berasal dari Cina ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.100 meter dpl. Pohon yang bercabang banyak ini mempunyai kulit batang yang berwarna coklat tua, dengan tinggi sampai 4 meter. Daunnya majemuk, menyirip ganda, tumbuh berseling dengan panjang 20-80 cm. Anak daun bentuknya bulal telur sampai lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul, permukaan atas daun berwarna hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 3-7 cm, lebar 1,5-3 cm.Bunga majemuk dalam malai yang panjangnya 10-20 cm, keluar dari ketiak daun. Daun mahkota berjumlah 5, panjangnya sekitar 1 cm, warnanya ungu pucat, dan berbau harum. Buahnya buah batu, bulat, diameter sekitar 1,5 cm. Jika masak warnanya coklat kekuningan, dan berbiji satu. Perbanyakan dengan biji. Biji sangat beracun dan biasa digunakan untuk meracuni ikan atau serangga. Daun yang dikeringkan di dalam buku bisa menolak serangga atau kutu.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Kulit kayu dan kulit akar digunakan untuk mengatasi: cacingan, pemakaian luar untuk scabies dan jamur di kulit kepala.
Buah digunakan untuk mengatasi: cacingan, sakit lambung, nyeri perut.
Daun digunakan untuk mengatasi: tekanan darah tinggi.
Komposisi :
Kulit kayu dan kulit akar mengandung toosendanin (C30H38O11) dan komponen yang larut (C30H40O12). Selain itu, juga terdapat alkaloid azaridine (margosina), kaempferol, resin, tanin, n­triacontane, β-sitosterol, dan triterpene kulinone. Kulit akar kurang toksik dibanding kulit kayu. Biji mengandung resin yang sangat beracun, 60% minyak lemak terdiri dari asam stearat, palmitat, oleat, linoleat, laurat, valerianat, butirat, dan sejumlah kecil minyak esensial sulfur. Buah mengandung sterol, katekol, asam vanilat, dan asam bakayanat. Daun mengandung alkaloid paraisina, flavonoid rutin, zat pahit, saponin, tanin, steroida, dan kaemferol.

Tanaman Obat : MENGKUDU

Tanaman Obat

MENGKUDU
(Morinda citrifolia, Linn.)

Nama Lokal :
Mengkudu (Indonesia); pace, kemudu, kudu (Jawa); cengku (Sunda); kodhuk (Madura); wengkudu (Bali).
Uraian :
Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter dpl. Mengkudu merupakan tumbuhan asli Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 meter. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bunga bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi bintik-bintik. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang di pinggiran-pinggiran kebun rumah.
Khasiat untuk kesehatan untuk.mengobati sakit :
Hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, sakit perut, menghilangkan sisik pada kaki.
Komposisi :
Mengandung zat morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.

Tanaman Obat : LOBAK

Tanaman Obat

LOBAK
(Raphanus sativus L.)

Nama Lokal :
Nama simplisia Raphani sativi Radix; akar lobak.
Uraian :
Herba semusim, tinggi lebih kurang 1 meter, batang lunak membentuk umbi, putih pucat. Daun tunggal, lonjong, tepi daun bergerigi, ujung dan pangkal rompang warna hijau dan berbulu. Perbungaan bentuk tandan, di ujung batang, benang sari kuning kehijauan, kelopak hijau, mahkota lonjong warna putih. Buah lonjong warna coklat. Biji lonjong.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Batuk, bronchitis, demam, wasir, rematik (obat luar).
Komposisi :
Minyak atsiri, rafanol, rafarin, dan vitamin C.