Showing posts with label Umbi. Show all posts
Showing posts with label Umbi. Show all posts

DAUN DEWA & Khasiatnya untuk kesehatan

Herbal 

DAUN DEWA (Gynura segetum (Lour.) Merr.)

Nama Lokal : 
Beluntas cina, daun dewa (Sumatra). 
Uraian : 
Merupakan terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm. Pada umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung

Tanaman KEMBANG COKLAT & Khasiatnya untuk kesehatan

Herbal

KEMBANG COKLAT
(Zephyranthes candida Herb.)

Nama Lokal :
Kembang coklat (Indonesia).Bawang Sabrang (Jawa)
Uraian :
Terna kecil berumbi, warga suku bakung-bakungan, tinggi 15-30 cm dan berasal dari Chili dan Brasilia. Daunnya panjang dan pipih keluar dari bonggol umbi yang terletak di dalam tanah. Daun agak melengkung, licin. Bunga mempunyai tangkai, tunggal, warna putih dan dadu, berbentuk seperti corong yang menghadap

KENCUR & khasiatnya untuk kesehatan

Herbal


KENCUR
(Kaempferia galanga, Linn.)

Nama Lokal :
Kencur (Indonesia, Jawa); cikur (Sunda); ceuko (Aceh); kencor (Madura); cekuh (Bali); kencur, sukung (Minahasa); asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon); cekir (Sumba).
Uraian :
Kencur digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari

Herbal berkhasiat : LENGKUAS

Herbal berkhasiat :

LENGKUAS
(Alpinia galanga, Linn., Willd.)


Nama Lokal :
Lengkuas (Indonesia); laos (Jawa), laja (Sunda).
Uraian :
Lengkuas sering dipakai sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter dpl. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan vaaritas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun.

Tanaman Obat : GADUNG

Tanaman Obat

GADUNG
(Dioscorea hispida Dennust)


Nama Lokal :
Bitule, bunga meraya (Manado); gadung, gadung ribo (Sumatera Barat); gadung (Sunda); gadung (Jawa); ghadhung (Madura); gadung, sikapa, skapa (Belitung); iwi (Sumbawa); ondot in lawanan, pitur (Minahasa); siapa (Bugis); sikapa (Makasar); boti  (roti); lei (Kai); uhulibita, ulubita (Seram); hayule, hayuru (Ambon). Nama simplisia Dioscoreae hispidae rhizoma; rimpang gadung.
Uraian :
Merupakan semak yang menjalar, permukaan batangnya halus, berduri, warna hijau keputihan. Daunnya tunggal, lonjong, berseling, ujung lancip, pangkal tumpul, warnaa hijau. Perbungaan bentuk tandan, di ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota hijau kemerahan. Buah bulat setelah tua biru kehitaman. Biji berbentuk ginjal.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :

Tanaman Obat : SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour) Merr.)

Tanaman Obat

SAMBUNG NYAWA
(Gynura procumbens (Lour) Merr.)

Uraian :
Tanaman ini merupakan herba, berdaging. Batang tumbuh memanjat, rebah, atau merayap, bersegi, gundul, berdaging, hijau keunguan, menahun. Daun berbentuk helaian daun, bentuk bulat telur, bulat telur memanjang, bulat memanjang, ukuran panjang 3,5 -12,5 cm, lebar 1- 5,5 cm, ujung tumpul, runcing, meruncing pendek, pangkal membulat atau rompang. Tepi daun rata, bergelombang atau agak bergigi. Tangkai daun 0,5 cm sampai 1,55 cm. Permukaan daun kedua sisi gundul atau berambut halus. Perbungaan dengan susunan bunga majemuk cawan, 2- 7 cawan tersusun dalam susunan malai sampai malai rata, setiap cawan mendukung 20-35 bunga, ukuran panjang 1,5- 2 cm, lebar 5-6 mm. Tangkai karangan dan tangkai bunga gundul atau berambut pendek, tangkai karangan 0,5- 0,7 cm. Mahkota merupakan tipe tabung, panjang 1-1,5 cm, jingga kuningan atau jingga. Benang sari berbentuk jarum, kuning, kepala sari berlekatan menjadi satu. Buah berbentuk garis, panjang 4-5 mm, coklat. Daun mempturyai susunan clan fragmen yang sesuai dengan sifat anatomi keluarga tumbuhan bunga matahari (Asteraccae = Compositae). Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa pada ketinggian 1-1200 meter dpl, terutama tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 meter dpl. Banyak ditemukan tumbuh di selokan, semak belukar, hutan terang, dan padang rumput. Cara perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan stek batang. Pertumbuhan batang dan daun cepat sehingga dapat segera dimanfaatkan. Tanamanakan tumbuh baik pada tempat ternaungi karena helaian daun lebih tipis dan lebar sehingga lebih enak untuk dimakan segar.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :

Tanaman Obat : WORTEL

Tanaman Obat

WORTEL
(Daucus carota, Linn.)

Nama Lokal :
Wortel (Indonesia); bortol (Sunda); wortel, ortel (Madura); wortel, wortol, wertol, wertel, bortol (Jawa).
Uraian :
Wortel adalah tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun. Terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, kurang lebih pada ketinggian 1200 meter dpl. Tumbuhanwortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri. Wortel menyukai tanah yang gembur dan subur. Umbi akar wortel berwarna oranye.
Khasiat untuk kesehatan :
Digunakan untuk mengobati kejang jantung, eksim, cacing kremi, mata minus.
Komposisi :
Kandungan kimia : wortel mempunyai nilai kandungan vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gr, lemak 0,3 gr, hidrat arang 9,3 gr, kalsium 39 mg, fosfor 37 mg, besi 0,8 mg, vitamin B1 0,06 mg, dan vitamin C 6 mg. Komposisi di atas diukur per 100 gr.

Tanaman Obat : UBI KAYU

Tanaman Obat

UBI KAYU
(Manihot esculenta, Crautz.)

Nama Lokal :
Kasapen, sampeu, kowi dangdeur (Sunda); ubi kayu, singkong, ketela pohon (Indonesia); pohon, bodin, ketela bodin, tela jendral, tela kaspo (Jawa).
Uraian :
Ubi kayu termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau mudah patah. Ubi kayu berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Ubi kayu bisa mencapai ketinggian 1-4 meter. Pemeliharaannya mudah dan produktif. Ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah yang berketinggian 1200 meter dpl. Daun ubi kayu memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.
Khasiat untuk kesehatan :
Rematik, demam, sakit kepala, diare, cacingan, mata kabur, nafsu makan, luka bernanah, luka baru kena panas.
Komposisi :
Kandungan kimia (per 100 gr ) antara lain: kalori 146 ka1, protein 1,2 gr, lemak 0,3 gr, hidrat arang 34,7 gr, kalsium 33 mg, fosfor 40 mg, zat besi 0,7 mg. Buah ubi kayu mengandung (per 100 gr) : vitamin B1 0,06 mg, vitamin C 30 mg, dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gr ) : vitamin A 11000 SI, vitamin C 275 mg, vitamin B1 0,12 mg, kalsium 165 mg, kalori 73 kal, fosfor 54 mg, protein 6,8 gr, lemak 1,2 gr, hidrat arang 13 gr, zat besi 2 mg, dan 87 % bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat.

Tanaman Obat : TEMU PUTRI

Tanaman Obat

TEMU PUTRI
(Kaempferia rotunda L.)

Uraian :
Merupakan herba, tinggi sampai 0,65 meter. Batang berupa rimpang bercabang, pendek, sangat kuat, aromatik, warna putih kekuningan, batang semu kokoh, merah kecoklatan, minimal 25 cm. Daun tunggal, berpelepah, 3-5, tegak, helaian, bentuk bulat memanjang lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, runcing, tumpul, daging daun tebal dan lunak, permukaan atas daun gundul, permukaan bawah berambut sangat pendek, warna permukaan atas hijau dan sering seperti terbakar, permukaan bawah ungu gelap, panjang helaian daun 10 - 30 cm, lebar 4-10 cm, tangkai daun besar, sampai 4 cm, lidah-lidah daun (ligula) kira-kira 4 mm, upih (pelepah) daun berambut, panjang 7- 24 cm. Tumbuh di daerah dengan ketinggian 20 - 500 meter dpl. Ditempat yang agak lembab dan teduh, sebagai tumbuhan, liar atau tumbuh menjadi liar di hutan jati, belukar, hutan basah, padang rumput. Tumbuhan ini sering ditanam sebagai tanaman hias, karena bentuknya yang indah, terdiri dari dua fase pertumbuhan, pertama petumbuhan normal dengan daun, pelepah dan berbatang semu, tanpa bunga. Daun berbentuk jorong, sisi atas hijau berbelang-­belang coklat; tangkai daun melebar. Bunga terdiri dari beberapa kuntum yang satu atau dua di antaranya mekar bersama. Kelompok bunga berwarna putih dengan mahkota bergaris-garis, bau harum, rimpangnya pendek, menggerombol, juga berbau aromatis. Akarnya berdaging membentuk umbi sebesar telur burung puyuh.
Khasiat untuk kesehatan :
Rimpang     : dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut dan penambah nafsu makan.
Umbi          : juga digunakan untuk obat penenang syaraf.
Daun          : digunakan untuk ‘body lotion’.
Komposisi :
Rimpang Kaempferia rotunda mengandung 0,22 % minyak atsiri yang terdiri dari 5 senyawa utama piperiton, p-simen-8-ol, verbenon, kariofilen, kariofiienoksida, dan 3 senyawa minor, serta krotepoksida.

Tanaman Obat : TEMU HITAM

Tanaman Obat

TEMU HITAM
(Curcuma aeruginosa Roxb.)

Nama Lokal :
Nama daerah Sumatera: temu erang, temu itam (Melayu). Jawa: koneng hideung (Sunda), temu ireng (Jawa). NusaTenggara: temo ereng (Madura), temu ireng (Bali). Sulawesi: tamu leteng (Makasar), temu lotong (Bugis). Nama simplisia Curcumae aeruginosae Rhizoma (rimpang temu hitam).
Uraian :
Temu hitam terdapat di Burma, Kamboja, Indocina, dan menyebar sampai ke pulau Jawa. Selain ditanam di pekarangan atau di perkebunan, temu hitam juga banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati, padang rumput, atau di ladang pada ketinggian 400-750 meter dpl. Terna tahunan ini mempunyai tinggi 1-2 m, berbatang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun, berwarna hijau atau coklat gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, 2-9 helai. Bunganya majemuk berbentuk bulir yang tandannya keluar langsung dari rimpang, panjang tandan 20-25 cm, bunga mekar secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar, pangkal daun pelindung berwarna putih, ujung daun pelindung berwarna ungu kemerahan. Mahkota bunga berwarna kuning. Rimpangnya cukup besar dan merupakan umbi batang. Rimpang juga bercabang-cabang. Jika rimpang tua dibelah, tampak lingkaran berwarna biru kehitaman di bagian luarnya. Rimpang temu hitam mempunyai aroma khas. Perbanyakan dengan rimpang yang sudah tua atau pemisahan rumpun.­
Khasiat untuk kesehatan :
Rimpang berkhasiat untuk mengatasi: tidak ada nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, penyakit kulit seperti kudis, ruam, dan borok, perut mulas, sariawan, batuk, sesak napas, dan cacingan.
Komposisi :
Rimpang temu hitam mengandung minyak asiri, tanin, kurkumol, kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumalakton, germakron, α, β, g-elemene, linderazulene, kurkumin, demethyoxykurkumin, bisdemethyoxykurkumin.

Tanaman Obat : HALIA / Jahe

Tanaman Obat

HALIA
(Zingeber officinale, Rose.)


Nama Lokal :
Halia (Indonesia); jae (Jawa); jahe(Sunda); jae, jahya (Bali); sipodeh (Minang); melito (Gorontalo); jhai (Madura); lia (Flores), goraka (Ternate).
Uraian :
Tanaman Halia adalah tumbuhan liar di ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, berakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varietasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas . Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai dataran tinggi hingga 1500 meter dpl.
Khasiat untuk kesehatan untuk mengobati sakit :
Rematik/encok, impoten, keracunan udang, pegal, batuk; sakit pinggang, sakit kepala, mencret dan muntah-muntah.
Komposisi :
Rimpang halia mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.